kunjungi blog baru kami di referensi kaligrafi

KHAT KUFI

 
           Khat Muzawwa ( Kubisme ) yang banyak disebut sebagai Khat Kufi adalah asal Tulisan Arab yang pernah berjaya di Hirah, Raha, dan Nasibain sebelum kota Kuffah lahir. Kelahiran kota Kuffah sebagai markas agama dan politik Islam telah membawa Khat tersebut pada penyempurnaan bentuk anatomi dan keindahannya lebih-lebih karena dipakai untuk menyalin mushaf-mushaf Al-Quran tersebut keagungan dan keelokannya itu. Kelahiran kota Kuffah itulah yang secara otomatis telah berubah status nama “Khat Hieri “ (dari kata Hiroh ) menjadi Kufi. Fan Hieri atau Kufi inilah yang juga disebut Jazm.

Al-Alusi menulis dalam Bulug Al-Urab :2 ,“ Khat Arab dinamakan Jazm karena khat Kufi pada awalnya bernama Jazm, sebelum kota Kuffah didirikan. Dinamakan Jazm karena dia ‘Juzima” atau “terpotong” dan dilahirkan dari Fan Musnad Humeiri. Dan khat Kufi sudah lama sekali umurnya. Peletaknya adalah Syaidina Ismail A.S. seperti juga disebutkan oleh Ibnu Wahsyiah Al-Nabty dalam kitabnya Syawq Al-Mustaham fi Ma’rifati Rumuz Al-Aqlam. Sedangkan Ibnu Nadim mengatakan, yang menulis dengan Arab Jazm ini adalah seorang lelaki dari Bani Makhlad Ibnu Al-Nazar Ibnu Kinanah maka sejak itu masyarakat Arab mulai menulis dengannya”.

Jika diteliti lebih saksama, dapat disimpulkan bahwa hingga permulaan abad ke-9 mushaf-mushaf Al-Qur’an Kufi menerima sedikit variasi hias. Sejak itu gaya hias menjadi – seakan – model yang lazim disertakan pada halaman-halaman mushaf. Cara baru tersebut tidak sekedar membuat halaman-halaman tulisan tampak lebih elok. Lebih dari itu adalah bahwa hiasan lebih banyak membantu fungsi-fungsi yang diperlukan seketika Al-Qur’an dibaca. Yang dimaksud dengan “ hiasan “ pada mushaf Al-Qur’an tersebut adalah, antara lain : ‘unwan ‘ (halaman title, kepala surat (Judul, pembagian baris dalam bentuk yang tertip, pembagian nomor-nomor Ayat, penunjuk fasal dan nama penerbitan.

Gaya-gaya ornamental ( Hias ) tersebut pada awalnya dipakai diseluruh kawasan kekuasaaan Islam. Perlu ditekankan bahwa Barat Islam yang sangat konserfativ meneruskan pemakaiannya dengan sedikit perubahan hingga penghabisan abad ke-16, padahal di Timur Islam ia lebih dikembangkan dan digubah sesudah abad ke-10, sehingga melahirkan bentuk-bentuk hias tersendiri yang didesain dalam paduan-paduan Kufi Timur. Kufi hias menjadi elemen penting dalam seni Islam. Hal itu bisa dilihat, misalnya pada abad ke-8 ia dipergunakan pada penulisan kepala-kepala Al-Qur’an, cetakan mata-mata uang, logam dan tulisan pada peringatan hari-hari besar.

Perkembangan huruf-huruf selanjutnya adalah memanjang “kebawah” hingga wilayah sub garis tulisan, suatu model yang menjadi bagian mirip Kufi Barat, akan didiskusikan kemudian dalam studi ini. Setelah memisahkan diri dari keterkaitannya dengan bentuk statis Kufi standar, Kufi Timur laju menjadi gaya yang sangat rapi dan elok yang terus dipakai hingga waktu-waktu yang sangat belakangan ini. Sebagian tulisan ornamental untuk kop-kop Al-Qur’an.
           
Satu diantara sumber Kufi Timur yang paling indah adalah apa yang disebut sebagai khat Qarmatian, dimana karakteristik Kufi Timur, yang sekarang memperoleh kualitas ornamental, berintegrasi dengan keindahan seni hias tanah mencakup terutama disain flora dan arabesque. Namun tulisan ini tidak pernah mendapat ungkapan keterangan secara memuaskan. Ada dua jawaban yang dianggap cocok pernah dikemukakan

Pertama, bahwa nama tersebut diasalkan pada Al-Qaramitah, gerakan pemberontakan Muslim yang didirikan oleh Hamdan Qarmat pada kira-kira tahun 875, dan yang akhirnya meluas menjadi bagian dari kerajaan Islam, mencakup Kurasan di Persia Timur, dimana tulisan Qarmatian selalu dipakai untuk menyalin Al-Qur’an dan tugas-tugas penting keagamaan lainnya. Gerakan Qarmatian bertahan beberapa abad lamanya. Keras dugaan, beberapa anggotanya sangat respons terhadap gerak pertumbuhan tulisan.


Beberapa kemungkinan penafsiran lain adalah, keaslian terminology ( Linguistik ) : qarmat, yakni istilah katakerja yang membentuk bagian perkataan ( peribahasa ) ideomatik Arab

mencakup kata Khat (kaligrafi), dan bacaan qarmata fil khat  (     ﻗﺮﻤﺔ ﻓﻰ ﺍ ﻠﺧﻃ ) yang berarti “membuat huruf-huruf lebih bagus, dan menulis tanda-tanda penyambungan ikut menyempurnakan bersama-sama.” Tanda penyambungan pelengkap itu sebenarnya adalah gambaran tentang tulisan Qarmatian, sebagaimana dapat diperbandingkan dengan Kufi standar.


Walaupun model Kufi Qarmatian yang ada relatif jarang, namun ia berada diantara contoh-contoh kaligrafi Arab terindah. Pada abad ke sepuluh, tulisan Kufi standar pernah dipakai secara umum di Afrika Utara, dan khususnya di Tunisia dan negeri-negeri jiran terdekat ia  mulai tumtuh dengan gambaran tersendiri secara jelas. Hal itu bukannya tidak melahirkan konsekuensi yang besar, sebagaimana akan kita lihat nanti, sebab dari Kufi Barat inilah seluruh variasi tulisan di Afrika Utara dan Barat dan Andalusia (Spanyol – Muslim) turun-temurun.  

No comments:

Post a Comment

Untuk membuka webblog Lemka klik disini

MURAH...!
PASANG IKLAN DI BLOG INI??
Kunjungi juga blog kami berikut : | kaligrafer.com | infobocor |sehatbocor | Al-alief |